KMM MESIR | Official Website: Berita Mesir
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Berita Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Mesir. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa Indonesia di Kairo Berhasil Masuk 20 Besar Cairo Half Marathon Competition

Written By Salman Arif on Jumat, 17 April 2015 | 12.29

Surya Fajrin
CyberKMM- Jumat (17/4), event tahunan Cairo Half Marathon Competition kembali digelar di Distrik Heliopolis. Event ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Olahraga Mesir dan Pemprov Kairo. Sekitar 5000-an orang ikut berpartisipasi dalam ajang olahraga bergengsi kali ini. Partisipan tidak hanya masyarakat Mesir, namun juga diikuti oleh warga negara asing seperti Indonesia, Malaysia dan Afrika.

Lomba marathon kali ini terdiri dari tiga kategori, yaitu kategori 21 km, 7 km dan 1 km untuk kategori khusus keluarga. Salah seorang mahasiswa Indonesia, Surya Fajrin memilih kategori 7 km dan bersaing bersama ribuan peserta lain. Setelah melewati garis finis, Surya berhasil masuk 20 besar dengan waktu 29 menit, 27 detik. Walaupun tidak bisa menyabet juara, Surya merasa cukup puas atas usahanya karena kompetisi tersebut diikutinya tanpa persiapan. Tahun depan dia yakin bisa menduduki posisi tiga besar.

Melihat track record, mahasiswa asal Sumatera Barat ini pernah meraih juara harapan 1 lomba atletik pada perhelatan Pospenas (Pekan Olah Raga dan Seni Santri Pondok Pesantren) tingkat Nasional di Gorontalo tahun 2013 mewakili provinsi Sumatera Barat.  

Event marathon ditutup dengan pertunjukan budaya dan konser musik. Presiden Mesir, Abdul Fattah El-Sisi juga sempat hadir dan bersedia berfoto selfie dengan beberapa orang peserta.

Marathon Half Cairo diprakasai pertama kali oleh Cairo Runners pada 14 Desember 2012. Di event perdana, acara tersebut hanya diikuti oleh 60 peserta. (SA)

Dok. CairoRunners
  

  

  

Atase Pertahanan: Kemungkinan Evakuasi Ada

Written By RuwaqID on Selasa, 06 Agustus 2013 | 18.44


CyberKMM-Dalam kunujungan ke Rumah Gadang (5/8), atase pertahanan KBRI Kairo bapak Kolonel Ipung Purwadi  menjelaskan bahwa ada kemungkinan evakuasi jika melihat kondisi Mesir saat ini. “Kemungkinan evakuasi ada. Kalau dipersentase saat ini baru 0,3 persen,” tuturnya.  Ia menambahkan bahwa untuk menuju evakuasi masih jauh.

Bapak Ipung menjelaskan jika keadaan sudah sangat mencekam seperti keadaan di Suriah, dimana terjadi tindak kriminal yang tinggi  dan mengancam keamanan WNI, saat itu evakuasi akan dilancarkan. “Jika kelompok A dan kelompok B mengangkat senjata dan membuat kondisi kita terancam, itu baru kita pulang,” tuturnya.

Meskipun dipulangkan, ia menambahkan, nantinya tidak akan dikembalikan ke Mesir lagi. “Kita pulang dan baliknya ke sini dengan biaya sendiri,” katanya. Jadi siapapun yang memiliki kepentingan di Mesir, lanjut bapak Ipung,  apakah itu untuk kuliah ataupun yang lainnya maka akan balik dengan dengan dana sendiri.

Bapak Ipung melanjutkan bahwa kemungkinan evakuasi bukan hanya dipulangkan ke Indonesia namun bisa juga diungsikan ke negara tetangga. “Alternatif pertama kalian akan dibawa ke negara yang mungkin aman dan di sana disiapkan tenda,” tuturnya.


“Saya ingin rekan-rekan agar jangan termotivasi untuk evakuasi karena  model evakuasi yang akan dilaksanakan tidak seperti yang dulu,” pungkasnya. (AA)

Mesir: WhatsApp Merugikan Perekonomian dan Keamanan

Written By RuwaqID on Senin, 10 Juni 2013 | 13.37


Cyber KMM-Siapa yang tidak kenal  WhatsApp. Aplikasi pesan smartphone lintas platform ini selain dikenal bisa menghemat biaya komunikasi, juga bisa dimanfaatkan untuk musyawarah dengan membuat grup dan sebagainya. Namun sayangnya, ada kabar buruk bagi penikmat aplikasi ini untuk yang berdomisili di Mesir. Berikut beritanya sebagaimana yang dilansir hidayatullah.com.

Kepala Otoritas Regulator Telekomunikasi Nasional Amr Badawy mengatakan, sebuah komite sudah dibentuk guna memantau aplikasi-aplikasi telepon genggam itu dan akan memutuskan apakah akan dilarang, diperbolehkan secara gratis atau diperbolehkan secara terbatas.

“Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan pelanggan melakukan panggilan telepon gratis, mengirim pesan dan berbagi file sementara sumber mereka tidak diketahui. Aplikasi-aplikasi berbayar akan mengalami kerugian,” kata Badawy menjelaskan alasan dibalik rencana larangan itu.
WhatsApp sangat populer di kalangan pengguna telepon seluler untuk melakukan chatting. Sementara Viber memungkinkan mereka melakukan panggilan internasional secara gratis.
Viber, salah satu aplikasi telepon genggam paling populer, dibuat oleh sebuah perusahaan Israel.

Baru-baru ini Arab Saudi melarang aplikasi komunikasi berbasis web itu, dengan alasan sulit bagi negara untuk melacak keuntungan yang diraup perusahaan operator telekomunikasi dari pemakaian aplikasi tersebut.


“Aplikasi Viber sudah dihentikan … dan regulator menegaskan akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap aplikasi atau layanan sejenis lain, jika mereka tidak dapat mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di kerajaan ini,” tulis pernyataan Komisi Teknologi Komunikasi dan Infromasi Saudi di laman situsnya.
 
Copyright © 2013. KMM MESIR | Official Website - All Rights Reserved
Adress: Block 502 Complex Emarat 1st Settlement New Cairo Egypt Telp: (+202)22478245
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Modified by @salmanpiar